Karyawati Kedutaan Swiss Ditangkap Kepolisian Sri Lanka
Karyawati Kedutaan Swiss Ditangkap Kepolisian Sri Lanka – Swiss atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Switzerland adalah sebuah negara maju yang terletak di benua Eropa, tepatnya di Eropa Barat. Swiss yang adalah negara terkurung daratan dan tidak memiliki wilayah laut ini berbatasan dengan Italia di sebelah selatan, Perancis di sebelah barat, Jerman disebelah utara serta Austria dan Liechtenstein disebelah timurnya. Secara astronomis, negara Swiss berada diantara 45° – 48° LU, dan 5° – 11 °BT. Sebagian besar wilayah Swiss berada di pengunungan Alpen.
Negara yang memiliki nama lengkap Konfederasi Swiss (Switzerland Confederation) ini merupakan negara yang menganut sistem pemerintahan Republik Federal yang kepala negara dan kepala pemerintahannya adalah Presiden. Presiden Swiss dijabat secara bergantian oleh 7 menteri utama dengan masing-masing masa jabatannya selama 1 tahun. Ketujuh menteri utama tersebut dipilih oleh Majelis Federal (Federal Assembly). Ibukota negara Swiss adalah Kota Bern. poker asia

Swiss mempunyai luas wilayah sebesar 41.277 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 8.236.303 jiwa (estimasi Juli 2017). Swiss mempunyai 4 bahasa resmi yaitu bahasa Jerman, bahasa Perancis, bahasa Italia dan bahasa Romande. Hal tersebut disebabkan karena Swiss terdiri dari 4 etnis utama yaitu etnis Jerman, Perancis, Italia dan Romande. Penduduk Swiss mayoritas memeluk agama Katolik Roma (37,3%) dan Protestan (24,9%). https://www.mrchensjackson.com/
Di bidang perekonomian, Swiss merupakan negara maju yang mempunyai perekonomian modern dengan tingkat pengangguran yang sangat rendah, tenaga kerja yang terdidik dengan baik, ekonomi dan politik yang stabil, industri manufaktur yang berteknologi tinggi dan pajak perusahaan yang rendah. Swiss mempunyai pendapatan domestik bruto sebesar US$496 miliar dengan pendapatan perkapita sebesar US$59.600,-.
Tulang punggung perekonomian Swiss adalah sektor produksi. Produk utama yang dihasilkan oleh Swiss diantaranya seperti Mesin, produk kimia, obat, Jam, tekstil dan peralatan pengukuran presisi. Industri jasa seperti Perbankan, Pariwisata dan Asuransi juga merupakan sektor penting bagi perekonomian Swiss. Beberapa merek terkenal seperti merek Glencore, Nestlé, Novartis, Hoffmann-La Roche, ABB, Grup Mercuria Energy dan Adecco, Zurich Financial Services, Credit Suisse, Barry Callebaut, Swiss Re, Tetra Pak dan The Swatch Group.
Di hubungan luar negeri, Swiss merupakan negara netral yang tetap memiliki kerjasama dengan dunia internasional. Beberapa organisasi internasional memiliki markasnya di Swiss. Seperti negara-negara berdaulat lainnya, Swiss juga merupakan anggota PBB dan lembaga-lembaga dibawah PBB. Swiss juga adalah negara anggota OECD, G-10, ADB, AfDB dan organisasi-organisasi Internasional lainya.
Profil Negara Swiss (Switzerland)
Berikut ini adalah Profil Negara Swiss (Switzerland).
- Nama Lengkap : Konfederasi Swiss (Switzerland Confederation)
- Nama Lokal : Schweizerische Eidgenossenschaft (German); Confederation Suisse (French); Confederazione Svizzera (Italian); Confederaziun Svizra (Romansh)
- Bentuk Pemerintahan : Republik Federal
- Kepala Negara : Presiden Doris LEUTHARD (sejak 1 Januari 2017)
- Kepala Pemerintahan : Presiden Doris LEUTHARD (sejak 1 Januari 2017)
- Ibukota : Bern
- Luas Wilayah : 41.277 km2
- Jumlah Penduduk : 8.236.303 jiwa (estimasi Juli 2017)
- Pertumbuhan Penduduk : 0,7% (2017)
- Angka Kelahiran : 10,5 bayi per 1000 penduduk
- Bahasa Resmi : bahasa Jerman, bahasa Perancis, bahasa Italia dan bahasa Romande
- Agama : agama Katolik Roma (37,3%), Protestan (24,9%), Agama Kristen lainnya (5,8%), Islam (5,1%), Yahudi (0,2%), tidak beragama 23,9%.
- Mata Uang : Swiss Franc (CHF)
- Hari Nasional : 1 Agustus 1291 (Hari terbentuknya Konfederasi Swiss)
- Hari Kemerdekaan : 1 Agustus 1291 (Hari terbentuknya Konfederasi Swiss)
- Lagu Kebangsaan : “Schweizerpsalm” [Jerman] “Cantique Suisse” [Perancis] “Salmo svizzero,” [Italia] “Psalm svizzer” [Romansch] (Swiss Psalm)
- Kode Domain Internet : .ch
- Kode Telepon : 41
- Pendapatan Per Kapita : US$59.600
- Pendapatan Domestik Bruto Nominal : US$496 miliar
- Lokasi : Benua Eropa
Kepolisian dari Sri Lanka menemukan seorang karyawan Kedutaan Swiss di Kolombo, yang mengaku sudah diculik, mengalami pelecehan seksual, dan dipaksa untuk mengungkapkan informasi.
Sejumlah pejabat pemerintah dari Sri Lanka menuduhnya membuat tuduhan palsu.
Perempuan tersebut mengaku diculik pada tanggal 25 November – sehari setelah seorang perwira tinggi Kepolisian Sri Lanka dilaporkan mencari suaka di Swiss.
Perwira yang mempunyai sangkutan pada sebelumnya menyelidiki sebuah dugaan sejumlah pembunuhan bermotif politik saat presiden yang baru saja terpilih, Gotabaya Rajapaksa, masih menjabat sebagai menteri pertahanan.
Negara Swiss memanggil duta besar Sri Lanka pada saat dugaan penculikan terjadi dan menuntut dilakukannya penyelidikan.
Apa yang diduga terjadi pada perempuan tersebut?
Para pejabat dari Swiss juga mengatakan bahwa sejumlah pria yang tidak dikenal menahan perempuan itu bulan lalu dan memaksanya untuk “mengungkapkan informasi terkait kedutaan”.
Para pejabat tersebut mengatakan bahwa “serangan itu sangat serius dan tidak dapat diterima terhadap salah satu perwakilan diplomatik dan karyawannya”.
Para penculik tersebut diduga memaksa karyawan tersebut untuk membuka data di dalam ponselnya, yang berisi informasi tentang orang-orang Sri Lanka yang baru-baru ini mencari suaka di Swiss, serta nama-nama orang Sri Lanka yang membantu mereka untuk melarikan diri dari negara tersebut sebab mereka khawatir akan keselamatan mereka setelah Gotabaya Rajapaksa terpilih menjadi presiden
Perempuan tersebut lalu diinterogasi selama beberapa hari oleh polisi dan menjalani tes medis.
Para Kejaksaan Agung juga mengatakan kepada badan reserse kriminal kepolisian pada Senin (16/12) bahwa tidak ada bukti yang mendukung klaim perempuan itu bahwa dia telah diculik atau mengalami pelecehan seksual, lapor kantor berita Associated Press.
Rajapaksa mengatakan bahwa, dugaan penculikan tersebut “benar-benar palsu”.
“Bukti yang tidak terbantahkan seperti laporan Uber, percakapan telepon, dan rekaman CCTV menunjukkan fakta ini. Pejabat kedutaan dipaksa oleh beberapa pihak yang berkepentingan untuk membawa saya dan pemerintah saya ke dalam kehancuran. Tak jelas kenapa para terduga korban bertindak sedemikian rupa,” kata Rajapaksa kepada duta besar Swiss, menurut kantor kepresidenan.
Kementerian Luar Negeri Swiss (FDFA) memberikan kritik yang mereka sebut “kurangnya proses hukum dalam kasus ini”.
“Secara khusus, Kementrian Luar Negeri Swiss (FDFA) mengkritik interogasi 30 jam selama tiga hari (pada karyawan perempuan itu) walaupun ia dalam kondisi kesehatan yang buruk dan pernyataan pejabat senior Sri Lanka yang mempertanyakan pengakuan perempuan tersebut sebelum investigasi selesai,” sebut FDFA dalam sebuah pernyataan.
Kemenlu Swiss juga meminta otoritas hukum dari Sri Lanka untuk “memastikan perlindungan yang lebih baik atas hak-hak pribadi karyawannya dalam setiap proses lebih lanjut, dan kepatuhan terhadap hukum nasional dan standar internasional”.
Duta Besar Swiss di Kolombo dikabarkan telah bertemu dengan Rajapaksa pada hari Senin untuk membahas kasus tersebut.
Apa latar belakang insiden itu?
Perwira tinggi kepolisian Sri Lanka yang bernama Nishantha Silva, telah meninggalkan Sri Lanka pada bulan lalu. Pria yang pada sebelumnya menjabat sebagai kepala unit investigasi kejahatan terorganisir pada badan reserse kriminal kepolisian Sri Lanka itu dilaporkan mencari suaka di Swiss.
Dia diyakini mengkhawatirkan keselamatannya setelah Rajapaksa terpilih sebagai presiden.

Rajapaksa yang adalah mantan menteri pertahanan pada masa perang sipil Sri Lanka, dituduh melakukan pelanggaran HAM. Ia sendiri sudah membantah tuduhan itu.
Silva sendiri terlibat di dalam penyelidikan resmi terhadap tuduhan pidana beberapa orang, termasuk Rajapaksa. Namun, informasi ini juga dibantah Rajapaksa.
Tuduhan tersebut juga berkaitan dengan masa pemerintahan saudara Rajapaksa, Mahinda, yang menjadi presiden sejak tahun 2005 hingga tahun 2015.
Mahinda, yang adalah tokoh kunci dalam kampanye pemilihan Gotabaya Rajapaksa, kini ditunjuk sebagai perdana menteri.
Keluarga Rajapaksa merupakan salah satu keluarga yang paling kuat di Sri Lanka.
Pendukung mereka juga turut memuji Gotabaya Rajapaksa sebab Gotabaya Rajapaksa memainkan sebuah peran penting dalam menghancurkan pemberontak separatis Macan Tamil dan mengakhiri perang saudara yang telah lama berlangsung di Sri Lanka pada tahun 2009, ketika ia menjadi menteri pertahanan.
Lawan politik mereka juga khawatir bahwa kembalinya dinasti tersebut dapat memicu tindakan keras bagi orang yang mengkritik pemerintahan.